PERNYATAAN SIKAP BIMAN FOUNDATION Karhutla 2026: Lindungi Warga, Pulihkan Alam, Jaga Masa Depan Generasi

News • Activities • Inspiration

PERNYATAAN SIKAP BIMAN FOUNDATION Karhutla 2026: Lindungi Warga, Pulihkan Alam, Jaga Masa Depan Generasi

Umum 22 Oct 2026 BIMAN Foundation 5 total views

Bismillahirrahmanirrahim.

BIMAN Foundation menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026. Data SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla nasional periode Januari–Juli 2026 mencapai 202.004,30 hektare, naik 69 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Hingga Oktober, kebakaran masih dilaporkan di sejumlah wilayah.

Di balik angka itu ada warga yang sesak napas karena asap, anak-anak yang sekolahnya terganggu, dan keluarga yang kehilangan sumber penghidupan. Karena itu, kami memandang karhutla bukan semata persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan keselamatan, keadilan sosial, dan masa depan generasi muda.

Atas dasar itu, BIMAN Foundation menyatakan sikap:

  1. Utamakan keselamatan warga terdampak. Kami mendorong pemerintah pusat dan daerah memastikan layanan kesehatan mudah diakses, air bersih dan kebutuhan dasar tersedia, serta dukungan psikososial diberikan. Kegiatan belajar dan ekonomi warga juga perlu terus didukung agar tidak terhenti. Kebutuhan perempuan, anak, masyarakat adat, penyandang disabilitas, lansia, dan keluarga berpenghasilan rendah harus diperhatikan sejak perencanaan hingga evaluasi.

  2. Perkuat pencegahan, bukan hanya pemadaman. Pengawasan tata kelola lahan dan wilayah konsesi perlu diperketat. Penegakan hukum harus transparan dan konsisten terhadap setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab. Kesiapan menghadapi kemarau berikutnya perlu dimulai dari sekarang.

  3. Pulihkan ekosistem secara berkeadilan. Pemulihan lahan dan ekosistem terdampak perlu berjalan dengan melibatkan masyarakat setempat.

  4. Buka informasi seluas-luasnya. Data titik api, luas lahan terbakar, kualitas udara, risiko kesehatan, dan perkembangan penanganan perlu disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami. Kebijakan perizinan dan efektivitas pencegahan perlu dievaluasi berkala dengan indikator yang terukur.

  5. Bergerak bersama. Kami mengajak generasi muda, institusi pendidikan, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat sipil untuk ambil bagian melalui edukasi publik, kesiapsiagaan, berbagi informasi secara bertanggung jawab, dan kolaborasi pemulihan. Partisipasi masyarakat melengkapi tanggung jawab negara, bukan menggantikannya.

Menjaga bumi adalah amanah. Melindungi hutan dan lahan berarti melindungi kesehatan, martabat, dan masa depan anak-anak bangsa. Sudah saatnya penanganan karhutla bergerak dari pemadaman sesaat menuju pencegahan yang konsisten dan pemulihan yang berkeadilan.